Jumat, 23 April 2010

buah nanas

OLAHAN BUAH NANAS

A. MENGENAL BUAH NANAS

Nanas (Ananas comosus (L) Merr) termasuk familia Bromeliaceae. Tanaman ini bukan tanaman asli Indonesia, tetapi berasal dari Brazilia (Amerika Selatan). Ada beberapa varietas Nanas yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain : varietas Cayenne, varietas Queen, varietas Spanish, dan varietas Abaccaxi.

Nanas paling cocok ditanam pada tanah yang memiliki drainase dan aerasi yang baik, banyak mengandung bahan organik atau humus, curah hujan 600-2540 mm/tahun, pH tanah sekitar 4,5-6,2, ketinggian tempat sekitar 100-200 meter di atas permukaan laut, dan mendapat sinar matahari yang cukup tinggi. Nanas termasuk jenis tanaman yang peka terhadap genangan air, sebab nanas memiliki sistem perakaran sedikit dan dangkal.

1. Masa Panen Buah Nanas

Buah nanas yang telah masak biasanya mengeluarkan aroma yang harum. Tanda-tanda bahwa buah nanas sudah tua atau sudah masak adalah jarak mata yang satu dengan yang lain telah melebar, tepinya agak bundar dan bentuknya mendatar.

2. Manfaat Buah Nanas

Buah nanas tidak hanya dimakan sebagai buah segar saja, tetapi buah nanas dapat diolah menjadi bahan makanan olahan seperti sirup nanas atau sari buah nanas, jam atau jelly nanas, selai nanas, manisan dan kripik nanas.

B. BAHAN DAN PERALATAN

Kebutuhan bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pembuatan sirup dan selai nanas adalah sebagai berikut:

1. Kebutuhan Bahan

a. Buah nanas :

- Pilih buah nanas yang sudah masak optimal yang ditandai dengan perubahan warna kulit yaitu sudah berwarna kekuning-kuningan.

- Jumlah bahan tergantung pada rencana banyaknya sirup/selai yang akan diproduksi.

b. Air bersih :

- Sebagai bahan pelarut dan pencuci selama proses pembuatan sirup/selai nanas.

c. Bahan tambahan makanan (BTM) :

- Gula pasir, sebagai bahan pemanis sekaligus sebagai bahan pengawet dalam proses kering maupun basah. Kadar gula tinggi (60 – 70%) akan memperlambat pertumbuhan jasad renik.

- Bahan pengental, Bisa digunakan karangenan atau CMC.

d. Bahan bakar ;

- bahan bakar dapat memakai minyak tanah, kayu bakar, atau gas elpiji. Gunanya adalah untuk proses pemasakan dan pengeringan

2. Kebutuhan Peralatan

Perlatan untuk pembuatan sirup/selai nanas adalah peralatan dapur rumah tangga yang biasa dipakai oleh ibu-ibu di dapur, antara lain:

- Pisau, untuk mengupas dan memotong buah nanas.

- Panci, untuk wadah buah nanas yang sudah dibersihkan dan yang sudah diparut.

- Parutan, untuk memarut buah nanas.

- Alat penyaring dari kain saring.

- Kompor, untuk perebusan, pemasakan ataupun pengeringan (oven).

- Botol, sebagai bahan pengemas.

C. CARA MEMBUAT SIRUP/SELAI DARI BUAH NANAS

Pembuatan olahan dari buah-buahan khususnya buah nanas seperti sirup dan selai sudah lama dikenal dan dibuat oleh ibu-ibu rumah tangga baik untuk dimakan/diminum sendiri maupun dijual. Cara pembuatannya relatif mudah, sehingga usaha pembuatan sirup atau selai nanas sebagai usaha industri rumah tangga atau industri kecil relatif mudah dikerjakan. Cara pembuatan sirup atau selai nanas selengkapnya adalah sebagai berikut :

1. Pemilihan bahan

Pilih buah nanas yang berkualitas baik, yakni besarnya seragam dan beratnya sama, jenisnya sama, sudah matang optimal agar diperoleh produk yang berkualitas baik.

2. Pengupasan

Buah nanas yang telah dipilih dikupas kulit luarnya sehingga terlihat daging buahnya, kemudian dihilangkan matanya.

3. Pencucian

Daging buah nanas dicuci dengan air bersih yang mengalir. Pencucian ini bertujuan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang masih melekat atau tercampur di antara daging buah.

4. Pemotongan

Buah nanas yang sudah dicuci dipotong menjadi empat bagian.

5. Pemarutan

Potongan daging buah nanas diparut. Caranya, tangan kiri memegang parutan dan tangan kanan memegang potongan daging buah, lalu digerakan ke atas dan bawah pada parutan tersebut.

6. Pemasakan dan Pengemasan

a. Pembuatan sirup :

1. Hasil parutan buah nanas dimasukan ke dalam panci, lalu ditambahkan air bersih sesuai dengan keenceran yang diinginkan

2. Parutan buah nanas dipanaskan pada suhu 90oC selama 15 menit.

3. Parutan buah nanas yang sudah diencerkan disaring dengan kain saring. Hasil saringan didiamkan 1 jam untuk mengendapkan padatan-padatan yang masih ada. Kemudian, bagian yang jernih diambil, yakni bagian sari buah nanas itu sendiri.

4. Sari buah yang jernih diberi tambahan gula pasir dan bahan pengawet.

5. Selanjutnya, sari buah nanas dipanaskan pada suhu 90oC selama 15 menit.

6. Sari buah nanas diangkat kemudian dimasukan dalam botol yang telah disterilkan dalam keadaan panas.

7. Sari buah nanas dalam botol dipanaskan lagi pada suhu 80oC selama 15 menit, kemudian botol ditutup rapat dan diberi etiket “Sari Buah Nanas”.

b. Pembuatan Selai

1. Hasil parutan buah nanas dimasukan ke dalam panci. Kemudian, panci yang berisi parutan tersebut dimasak serta diberi gula dan vanili. Selama proses pemasakan, parutan nanas diaduk terus menerus hingga menjadi kental dan warnanya berubah menjadi cokelat adonan nanas diberi jeruk nipis dan diaduk hingga merata.

2. Bila adonan nanas sudah kental, panci diangkat dan didinginkan.

3. Setelah dingin selai nanas dimasukan ke dalam botol dan ditutup rapat. Kemudian botol-botol berisi selai nanas tersebut diberi etiket “Selai nanas”.




dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar